![]() |
| Photo Gading Gajah dan perlengakapan pemburu seperti senapan dan benda-benda tajam dan sejumlah alat untuk memotong gading gajah
Polda Riau Menangkap Kawanan Pemburu Gading Gajah
February,11 2015
Pada Selasa 10 Februari 2015, sepasang gading gajah dengan panjang sekitar 2 meter dan berat masing-masing 20 kg berhasil diamankan Direktorat reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Riau dikawasan Leighton II Pekan Baru. Selain sepasang gading ini, polisi juga menyita dua mobil pengangkut hasil buruan serta senjata api laras panjang modifikasiMosser lengkap dengan 6 peluru dan beberapa senjata tajam berupa tiga buah golok dan satu kampak yang diduga sebagai alat pemburu.
Polisi mengamankan 8 orang yang diduga sebagai pelaku perburuan liar ini. Menurut paparan Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Kedelapan pelaku ditangkap saat sedang membawa gading gajah dan tengah melintas di kawasan Leightin II sekitar pukul 17.30 Wib selasa sore lalu.
Berdasarkan hasil introgasi, kedelapan pelaku ini tengah berburu gajah di kawasan hutan akasia kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Salah seorang pelaku yang diduga otak dari aksi ini berinisial FA, dengan dua pengawalnya dan sementara selebihnya merupakan orang yang dibayar untuk melakukan pemburuan. Diketahui melalui kesaksian pelaku, mereka pada awalnya tidak berniat memburu namun mereka secara tidak sengaja dihampiri oleh seekor gajah. Sementara terkait kepemilikan senjata api, pelaku mengatakan bahwa alat tersebut untuk biasa digunakan berburu babi.
Gading gajah hasil berburuan diinformasikan akan dijual ke pasar gelap internasional dengan harga 10 juta rupiah perkilonya. Atas perbuatan ini, pelaku diancam Pasal 21, huruf D, UU No 5 tahun 1990, tentang konservasi SDA Hayati dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara, dan denda Rp 200 Juta.
(Sumber : Halloriau,www.wwf.or.id)
|
Blog ini milik MuhammadnurPrakoso dan di pergunaka untuk apa saja Harap masuk dengan sempurna untuk menuju Blog ini. Terima kasih This blog belongs to MuhammadnurPrakoso and use for anything, please go to perfection, to get this blog. Thank you
gambar eksotis
Anime
Visit Indonesia 2010
Terus dukung Indonesia
Radlesia arnoldi
Bunaken Indonesia
Visit Bali 2010
Indonesia
papua
Komodo
Mading Himpunan Mahasiswa Pariwisata
Mading informasi untuk mahasiswa Pariwisata UI
HIMTA UI
Bersama Ocogituloh
Sabtu, 13 Desember 2014
Polda riau menangkap kawanan pemburu gajah
Jumat, 31 Agustus 2012
Museum Satwa ( Jawa Timur Park 2 )
Jumat, 01 Oktober 2010
Elang jawa
Keberadaan sarang elang jawa di lain lain tempta memang sengaja saya rahasiakan informasinya.
Selasa, 07 September 2010
Bali Birth Park







Bali Birth Park adalah taman burung paling lengkap di dunia yang memperkenalkan burung-burung dari asli Indonesia maupun di Dunia.
Di Kabupaten Gianyar – Bali banyak obyek wisata yang patut dikunjungi, dari yang klasik peninggalan tempo dulu sampai yang modern hasil imajinasi masa kini. Uniknya, semuanya memikat dan menarik.
Meski begitu, bila anda sedang jalan – jalan ke Kabupaten Gianyar – Bali, jangan lupa mengunjungi Taman Burung – Bali Bird Park – di Batubulan, sekitar 15 menit berkendaraan dari Denpasar – Bali ke arah timur. Bali Bird Park ini memang benar-benar memberikan nuansa baru, sehingga kehadirannya menambah khasanah wisata di Kabupaten Gianyar – Bali.
Taman Burung satu-satunya di Bali ini dihuni oleh lebih dari 1000 ekor burung dari 250 spesies. Burung-burung ini ada yang ditempatkan di dalam sangkar dan ada pula yang dilepas di taman.
Sangkar-sangkar ditempatkan berjejer, ditata begitu rupa disesuaikan dengan habitatnya, hingga si penghuni betah berkeliaran di dalamnya. Burung-burung ini tergolong langka dan banyak didatangkan dari mancanegara, seperti dari Hawaii, Jerman, dan lain-lain.Burung-burung lokalpun banyak pula ditangkar di sini, termasuk maskot Bali, Jalak Bali yang dikenal dengan julukan Si Minah.
Cara penempatan sangkar-sangkar ini diatur secara terpisah dan dikelompokkan berdasarkan masing-masing jenis. Maksudnya untuk memudahkan mengenal dari mana asalnya. Selain burung ada lagi taman yang dirancang mirip hutan hujan (rain forest) yang cukup lebat. Di sini kelembaban udara terasa merasuk, karena rapatnya pohon-pohon serta adanya hujan yang berderai dari atap sangkar. Rasa kental hutan hujan ini ditambah lagi dengan kicauan burung berbagai jenis yang terbang berkeliaran.
Areal seluas 2 hektare ini seluruhnya merupakan pertamanan terpadu yang ditata cantik dengan sentuhan-sentuhan seni berselera tinggi. Hingga kehadirannya seperti mengajak kita bercengkrama. Meski Taman Burung ini cuma 2 hektare, namun bila kita telusuri jalan setapak yang meliuk-liuk, tak dinyana kita akan menempuh jarak sekitar 1 km. Meski begitu kita tidak akan merasa lelah, apalagi jemu. Pasalnya pertamanan ini mampu menciptakan keharmonisan lingkungan yang sungguh menyejukkan.
Di sini terdapat pula sejumlah telaga. Selain ikan dan koleksi tanaman air, juga dihiasi burung air, angsa hitam, flaminggo, pelikan, dan lain-lain. Di tengah telaga terdapat teratai raksasa Victoria regia yang sengaja didatangkan dari Florida Amerika Serikat.







